Berbicara tentang teknologi, semua masyarakat pasti sudah mengenal dan dapat mengakses berbagai jenis teknologi di sekitarnya. Televisi, handphone, komputer, telepon, laptop, dan lain-lain merupakan teknologi yang kita kenal dan dimiliki. Jika kita membahas sejarah hingga berkembangnya teknologi sampat saat ini, akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Kesempatan kali ini, saya memposting hal yang berkaitan dengan perkembangan teknologi tersebut.

Mark Weiser menjelaskan Ubiquitous Computing merupakan sebuah model/konsep interaksi manusia-komputer yang paling canggih dan modern, dimana proses informasi keduanya diintegrasikan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, seseorang yang “menggunakan” Ubiquitous Computing melibatkan banyak sistem komputasi berikut device (peralatan/mesin)-nya, namun secara tidak sadar dia menggunakan peralatan tersebut dikarenakan sudah sangat membaur dengan lingkungannya.

Ubiquitous computing juga dapat didefinisikan sebagai penggunaan komputer yang tersebar di mana user berada. Sejumlah komputer disatukan dalam suatu lingkungan dan tersedia bagi setiap orang yang berada di lokasi tersebut. Setiap komputer dapat melakukan pekerjaan yang dipersiapkan untuk tidak banyak melibatkan intervensi manusia atau bahkan tanpa harus mendeteksi di mana pemakai berada.  Ide ubiquitous computing pertama kali disampaikan oleh Mark Weiser (1998) di Laboratorium Komputer Xerox PARC, yang membayangkan komputer dipasangkan di dinding, di permukaan meja, di setiap benda sehingga seseorang dapat berkomunikasi dengan ratusan komputer pada saat yang sama. Setiap komputer secara tersembunyi diletakkan di lingkungan dan dihubungkan secara nirkabel.

Buxton (1995) menyatakan bahwa ubiquitous computing mempunyai karakteristik utama yaitu:
  1. Ubiquity: interaksi tidak dilakukan oleh suatu saluran melalui satu workstation. Akses ke komputer dapat dilakukan di mana saja. Sebagai contoh, di suatu kantor ada puluhan komputer, layar display, dan sebagainya dengan ukuran bervariasi mulai dari tombol seukuran jam tangan, Pads sebesar notebook, sampai papan informasi sebesar papan tulis yang semuanya terhubung ke satu jaringan. Jaringan nirkabel akan tersedia secara luas untuk mendukung akses bergerak dan akses jarak jauh.
  2. Transparency: teknologi ini tidak menganggu keberadaan pemakai, tidak terlihat dan terintegrasi dalam suatu ekologi yang mencakup perkantoran, perumahan, supermarket, dan sebagainya.


Setiap anak memiliki tingkat respon yang berbeda-beda ketika menghadapi sebuah situasi yang sama, bergaul dengan orang lain, bahkan dalam menanggapi kemampuan yang mereka miliki. Selain temperamen, para peneliti juga menemukan bahwa pola asuh juga dapat memengaruhi kompetensi anak dalam menghadapi dunia yang mereka hadapi. Berikut beberapa pola asuh yang diterapkan orang tua ke anak, antara lain :

1.  Pola asuh otoritatif
Merupakan pola asuh dimana orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk berkreasi dan mengembangkan diri tetapi disertai dengan batasan-batasan dan pengawasan orang tua. Orang tua menyayangi dan menerima, tetapi juga meminta perilaku yang baik dan tegas dalam menetapkan standar dan berkenan untuk menerapkan hukuman yang terbatas dan adil jika dibutuhkan dalam konteks hubungan yang hangat dan mendukung. Orang tua menjelaskan alasan di balik pendapat mereka dan membangun komunikasi verbal yang timbal balik. Orang tua yang menerapkan pola asuh ini akan menjadikan anak yang hidup ceria, menyenangkan, kreatif, cerdas, percaya diri, terbuka pada orangtua, menghargai dan menghormati orangtua, tidak mudah stres dan depresi, berprestasi baik, disukai lingkungan dan masyarakat dan lain-lain.

2.   Pola asuh otoriter
Dalam hal ini, orang tua mengasuh dengan menerapkan kepatuhan dan kontrol, bersifat pemaksaan, keras, dan kaku. Peraturan yang dibuat olehh orang tua harus dipatuhi anak tanpa memikirkan perasaan yang dialami anak. Orang tua yang menerapkan pola asuh ini mengambil jarak dan kurang hangat terhadap anaknya. Hal ini dapat menyebabkan anak tidak bahagia, paranoid / selalu berada dalam ketakutan, mudah sedih dan tertekan, senang berada di luar rumah, benci orangtua, dan lain-lain.

3.   Pola asuh permisif
Memberikan kebebasan kepada anak tanpa adanya aturan yang jelas merupakan pola pengasuhan permisif. Orang tua hanya membuat sedikit permintaan dan membiarkan anak memonitor aktivitas mereka sendiri. Biasanya anak yang menerima pola asuh permisif akan menjadi anak anak yang kurang perhatian, merasa tidak berarti, rendah diri, nakal, memiliki kemampuan sosialisasi yang buruk, kontrol diri buruk, salah bergaul, kurang menghargai orang lain, dan lain sebagainya baik ketika kecil maupun sudah dewasa.





Mungkin kita pernah mendengar kata disleksia. Apa itu?? Disleksia berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata dys, berarti kesulitan dan kata lexis berarti bahasa. Secara terminologi diartikan sebagai kesulitan dalam berbahasa. Disleksia merupakan salah satu gangguan belajar yang dialami oleh anak. Biasanya anak yang mengalami gangguan ini sulit untuk membaca, mengeja, menulis, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan bahasa.  Bagi anak disleksia, tulisan merupakan hal yang membingungkan karena tulisan tersebut seakan-akan campur aduk dan bolak-balik seperti sebuah tarian. Misalnya, huruf M dianggap huruf W, huruf d menjadi b, dan sebagainya. Hal ini dapat membuat anak frustasi sehingga mereka malas untuk belajar dan menyelesaikan pekerjaan atau tugas sekolah. Tetapi anak disleksia memiliki IQ yang sama dengan anak-anak yang lain bahkan ada yang memiliki nilai IQ di atas rata-rata.


Jika anak didiagnosa memiliki kelainan disleksia, maka anak tersebut harus mendapat dukungan ekstra baik dari orang tua di rumah maupun guru di sekolah. Misalnya : melatih anak menulis sambung sambil memperhatikan cara anak duduk dan memegang pensilnya, memberikan toleransi pada anak disleksia saat menyalin soal di papan tulis sehingga mereka mempunyai waktu lebih banyak untuk menyiapkan latihan, senantiasa mengawasi/ mendampingi saat anak diberikan tugas, memberikan penghargaan yang sesuai bagi anak yang sudah berlatih dan bekerja keras dan proses belajarnya perlu diselingi dengan waktu istirahat yang cukup, dan lain-lain.


Jika kita memiliki anak, saudara, atau teman yang mengalami disleksia, jangan langsung merasa rendah diri dan malu. Karena anak disleksia hanya memerlukan waktu yang lebih banyak dibanding anak-anak normal lainnya dalam hal yang berhubungan dengan bahasa. Jika kita dapat menanganinya dengan baik dan benar maka anak tersebut dapat mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimilikinya. Ada beberapa orang yang semasa kecilnya mengalami disleksia dan ketika sudah besar menjadi seorang ilmuwan, seniman, pemimpin, bahkan aktor/aktris seperti: Albert Einstein, Leonardo Da Vinci, Pablo Vicasso, Thomas Alva Edison, Walt Disney, Tom Cruise, John Lennon, George Washington, John F. Kennedy, dan masih banyak lagi.












Selain mengonsumsi makanan yang mempengaruhi nutrisi otak, ada hal lain yang juga mendukung dalam menjaga nutrisi dalam otak. Hal ini berasa dari diri kita sendiri yaitu :

Cukup tidur dan istirahat
Tidur dan istirahat tidak selalu identik satu sama lain. Anda bisa saja bangun dalam keadaan tidak segar, meski telah tidur selama delapan jam. Padahal, seharusnya ketika Anda tidur, tubuh Anda benar-benar beristirahat dan merasakan segar setelahnya. Jika Anda tidak segar saat bangun tidur, maka Anda tidak akan dapat berkonsentrasi terhadap apa pun. Pada saat itulah, Anda berada di tingkat kecerdasan terendah saat merasa lelah. Oleh karenanya, pastikan waktu tidur Anda cukup dan Anda memiliki waktu tidur yang berkualitas.

Olahraga
Umumnya para pekerja akan bangun lebih siang saat libur akhir pekan. Padahal waktu berlibur dapat digunakan untuk berolahraga, karena hari kerja Anda sangat padat.Olahraga dapat meningkatkan stamina yang otomatis turut serta meningkatkan kecerdasan otak Anda. Jadi, jangan biarkan rasa malas dan kelesuan mematri tubuh Anda karena akan menonaktifkan pikiran. Setidaknya, manfaatkan hari libur untuk berolahraga seperti jogging di pagi hari.

Jangan jadi pecandu tayangan televisi
Sulit untuk disangkal bahwa banyak tayangan televisi yang membuat otak kita terlena dengan sajian-sajian acara yang justru menumpulkan otak. Misalnya, drama serial televisi yang banyak menyajikan hal-hal konyol kepada Anda setiap hari. Pasalnya, pikiran layaknya pisau. Jika Anda berhenti menggunakannya, ujung-ujungnya kehilangan ketajaman mereka.

Tantang diri Anda
Anda mungkin sudah merasa luar biasa dalam hal kecerdasan intelektual. Tetapi tetap tidak pernah puas dengan kecerdasan Anda. Untuk meningkatkan kualitas otak, Anda harus terus-menerus menantang diri. Cara paling menyenangkan dengan bermain teka-teki, permainan kata, dan permainan memori. Namun, pada dasarnya Anda perlu meningkatkan kecerdasan dengan memiliki gaya hidup sehat yang energik.


Berpikir, berjalan, berbicara, dan berbagai macam kegiatan lainnya yang kita lakukan setiap hari, semuanya itu memerlukan kinerja otak. Otak mempunya peranan yang penting dalam menjalankan semua aktivitas yang kita lakukan. Sehingga kita harus selalu menjaga keseimbangan otak bahkan kita juga perlu untuk memberikan nutrisi untuk otak. Jika nutrisi ke otak tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka aktivitas kita juga tidak dapat berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, sarapan maupun makanan yang bergizi setiap hari sangat diperlukan demi terpenuhinya nutrisi otak sehingga semua aktivitas ataupun pekerjaan dapat kita lakukan dengan baik. Berikut ini merupakan makanan yang dapat meningkatkan nutrisi otak :
1.  Ikan  
Studi menunjukkan bahwa minyak ikan sangat cocok untuk fungsi otak, karena lebih dari 50% dari otak terdiri dari lipid. Asam lemak Omega 3 yang ditemukan dalam ikan salmon, sarden dan tuna baik untuk menjaga neurilemma, menghasilkan sel-sel otak dan meremajakan fungsi mereka.
2.  Pisang
Studi menunjukkan bahwa pisang kaya akan kalium dan magnesium yang penting untuk transmisi saraf. Pisang juga mengandung vitamin B6 yang diperlukan untuk produksi asam Gamma Amino butirat, neurotransmitter.    


3.  Buncis dan kacang-kacangan lainnya
Kacang, kacang polong, lentil dan kacang-kacangan lain adalah sumber penting asam amino esensial serta vitamin B9, Besi dan Vitamin B1 yang semuanya diperlukan untuk fungsi otak yang tepat.


4.  Buah Beri
Blackberry, raspberry dan berry lainnya merupakan sumber penting dari Vitamin C, antioksidan yang meremajakan sel-sel otak dengan menghilangkan radikal bebas dan memperbaiki pembuluh darah untuk transportasi oksigen yang cukup.




5.  Brokoli
Brokoli adalah sumber magnesium serta vitamin C. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, Magnesium diperlukan untuk neurotransmisi sedangkan vitamin C merupakan antioksidan kuat yang menghilangkan radikal bebas yang dapat merusak sel otak.



6.  Makanan Laut
Kerang, kepiting, udang, tiram, dan makanan laut lainnya merupakan sumber yang kaya mangan, tembaga, seng, lithium, dan yodium yang tidak hanya meningkatkan aktivitas metabolisme tetapi juga melawan kecemasan dan kelelahan mental. Makanan laut  juga kaya akan vitamin B12, serta asam amino esensial lisin yang diperlukan untuk sintesis dopamin.



7.  Bayam
Sayuran ini merupakan sumber magnesium dan vitamin B9 yang baik yang penting untuk relaksasi otot dan pengembangan jaringan saraf. Vitamin B9 juga meningkatkan memori yang diperlukan untuk kecerdasan.







Bagaimana??? Makanan diatas merupakan makanan yang ada di sekitar kita dan sangat mudah untuk mencarinya. Bagi yang ingin mencoba, silahkan memanjakan otak Anda dengan memakan makanan tersebut. Selamat mencoba!!!!
Oleh :

 Saat kuliah psikologi pendidikan tanggal 8 Juni 2012, kami membahas mengenai andragogi bersama dosen pengampu Ibu Dina. Setelah selesai membahas apa itu andragogi dan perbedaannya dengan pedagogi. Untuk membuktikan apakah kami sudah menegrti mengenai perbedaan pedagogi dan andragogi tersebut, Bu Dina memberikan kami tugas untuk membuat simulasi mengenai pedagogi dan andragogi. Dan setelah kami menyatukan persepsi kami mengenai pedagogi dan andragogi, akhirnya kami membuat simulasi sebagai berikut :
1. Simulasi mengenai Pedagogi
Setting yang kami ambil dalam simulasi pedagogi ini adalah saat anak TK sedang belajar di kebun binatang. Dimana rina Desima dan Frans berperan sebagai anak TK nya sementara Zulfa sebagai guru Tk nya. Nah, cerita yang kami ambil untuk menggambarkan pedagogi ini adalah, guru tersebut (Zulfa) sedang mengenalkan atau tepatnya memberitahu murid-muridnya mengenai hewan-hewan yang ada di kebun binatang tersebut dengan menunjuk binatang itu namanya apa, bentuknya seperti apa dan ciri-ciri yang khas pada binatang tersebut. Murid-muridnya (Rina, Desima dan Frans) sangat senang saat gurunya meberitahu nama-nama binatang itu dan mendengarkannya dengan antusias.

 2. Simulasi mengenai Andragogi
Setting yang kami ambil dalam simulasi andragogi adalah saat anggota DPR sedang mengadakan rapat mengenai kenaikan BBM. Dimana Zulfa berperan sebagai pemimpin rapat sementara Rina, Desima dan Frans berperan sebagai anggota DPR nya. Nah, posisinya setelah pemimpin rapat tersebut memberikan kesempatan dan kondisi pada peserta/anggota dalam rapat tersebut untuk mengutarakan pendapatnya masing-masing, kami sebagai anggota/peserta dalam rapat tersebut mengutarakan pendapat kami yang pro dan kontra, dimana Frans sebagai anggota DPR yang pro terhadap kenaikan BBM sementara Rina dan Desima kontra terhadap kenaikan BBM.

Nah, dari simulasi mengenai pedagogi dan andragogi diatas, hal yang ingin kami sampaikan adalah: Dalam simulasi pedagogi tersebut kami menunjukkan bahwa dalam proses pengajarannya, anak-anak bisa dikatakan pengetahuannya itu tergantung dari pengajarnya, dan pengajar tersebutlah yang sangat berperan aktif dalam memberikan ilmu pengetahuan untuk anak-anak sehingga anak-anak tersebut muncul motivasi eksternal untuk belajar dengan memberikan anak-anak tersebut sebuah metode pengajaran yang menarik agar mereka menjadi termotivasi untuk belajar.
Sedangkan dalam simulasi andragogi tersebut, kami menunjukkan bahwa yang terpenting dalam proses interaksi belajar adalah kegiatan belajar mandiri yang bertumpu kepada orang yang sedang belajar itu sendiri dan bukan merupakan kegiatan seorang guru mengajarkan sesuatu (Learner Centered Training/Teaching). Dan pembelajar itu sudah memiliki motivasi instrinsik untuk mencari ilmu untuk dirinya sendiri dengan lebih mandiri.



Topik : Ruang Lingkup Pendidikan Prasekolah
 Judul : Pendidikan TK Sebagai Salah Satu Contoh PAUD
 
Anggota Kelompok:
PERENCANAAN
Pendahuluan
Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Makanan yang bergizi dan seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut.